Senin, 26 Desember 2011
STANDAR AKADEMIK INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID) CIAMIS JAWABARAT
Diposting oleh nunung nurjanah di 20.09 0 komentar
Selasa, 20 Desember 2011
Kegagalan Itu Amat Baik Untuk Semua Orang
Kegagalan Itu Amat Baik Untuk Semua Orang “Ada Baik – ada buruk,ada sukses – ada gagal Manusia hendaklah memahami nilai positif dari semua kejadian hidup”. Kegagalan itu amat baik, karena memberikan pelajaran yang sangat berharga.Saat kita gagal, kita telah mengizinkan kita belajar sesuatu dari kegagala itu. Bukan mencari kambing hitam, mempermasalahkan dan lari dari kegagalan. Kegagalan telah menjadi bumbu manis menuju sukses, jika kita tidak cepat puas, kegagalan akan semakin banyak ditemukan dalam perjalanan karir kita. ` Ibarat emas, semakin panas api yang membakarnya, semakin tinggi kadar kandungan emasnya. Demikian juga kegagalan, semakin ia banyak menghampiri anda, semakin bernilai anda . jika anda banyak mengalami kegagalan niscaya anda memiliki pengalaman yang segudang. Bandingkan jika anda adalah orang yang tidak pernah gagal, dalam pegertian dan sudut pandang lain , anda adalah orang-orang yang gagal untuk mencoba hal-hal baru. Ketakutan akan meremukan anda sehingga anda tidak berbuat apa-apa. Anda lebih memilih bermain aman. Dalam hal apapun , ada pasti akan mengalami kegagalan. Untuk itu kegagalan amat baik, sebab memberikan kesempatan pada diri anda untuk mengontrol perjalan sukses. Dunia ini selalu mengandung dua sisi yang berbeda . Kedua sisi itu memberikan warna manis dalam kehidupan. Ada malam - ada siang, ada hujan – ada panas, ada gagal – ada kesuksesan. Jika salah satu dari dua hal ini hilang, kehidupan akan menjadi tidak berarti. Kita perlu belajar banyak dari manusia-manusia luar biasa yang berani bertaruh dengan reputasinya untuk menciptakan perbedaan mereka dengan orang lain. Mereka berani berjuang, tidak takut gagal sebelum mencapai puncak. Jika anda pernah membaca cerita orang-orang sukses banyak dari mereka pada awalnya dicemooh orang lain dan dikucilkan. Ribuan kali kegagalan telah mereka lalui sebagai sebuah proses yang sangat menjemukan. Pada ahirnya mereka berbuat sesuatu yang dasyat yang tidak bisa dilakukan orang lain. Mereka berhasil karena percaya kegagalan ribuan kali adalah sebuah proses menuju keberhasilan. Modal Utama Mendapatkan Kebahagiaan Adalah Memanfaatkan Keterbatasan Kita, Yakni Keterbatasan Fisik, Fikiran dan Apa Saja Yang Kita Miliki Keterbatasan bukan penghalang untuk meraih kebahagiaan, keterbatasan justru mempermudah kita untuk menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu relatif sederhana di cari, tiak terlalu ruwet seperti dibayangkan orang. Maslahnya banyak orang yang mendambakan kebahagiaan tapi ia tidak mengetahui hakekat kebahagiaan itusendiri.Bahagia katanya ketika ia dapat membeli mobil mewah, rumah mewah, depositinya banyak dan hal lainnya.Kebahagiaan itu menampakan dirinya dalam wujud materi, banyak yang menyangka demikian. Orang yang cenderung menganggap bahagia adalah manifestasi dari materi pada ahirnya akan menjauhkan dirinya dari kebahagiaan itu sendiri. Kenapa? Sudah menjadi kodrat manusia yang tak pernah puas terhadap apa yang telah dimilikinya. Andaikan sudah memiliki satu gunung emas, ia akan meminta gunung emas lagi demikian seterusnya. Manusia adalah mahluk yang tak pernah mengenal puas terhadap materi. Bahkan ia sudah menuhankan materi. Berpikir sederhana adalah cara terbaik mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Yang sederhana itu bagaimana? Marilah kita mensyukuri apa yang dikaruniakan Tuhan kepada kita. Yang sederhana itu artinya berfikir dengan krangka yang penuh keterbatasan, baik keterbatasan pikiran,fisk, harta benda maupun materi lainnya. Inilah kiat praktis membatasi diri bagi manusia yag memiliki keterbatasan. Akuilah keterbatasan diri dan berbahagialah karena memiliki keterbatasan.Apajadinya kalau kita merupakan mahluk yang serba tak terbatas? Bukankah hidup kita ditentukan cara berpikir kita sendiri? Kalau kita berpikir bahagia kita akan bahagia.Sebaliknya jika kita berpikir derita yang kita akan rasakan.Keterbatasan itu seyogyanya kita jadikan benteng untuk mempertahankan diri dari penderitaan. Tidak susah kan? Yang kita perlukan adalah mengubah pola pikir yang keliru selama ini.
Diposting oleh nunung nurjanah di 06.02 4 komentar
